Hal ini bermula ketika orang tua saya atau lebih tepatnya ibu saya bertanya kepada saya, “Gimana mbak kuliahnya?” Dan ketika itu saya menjawab dengan santai, “Ya biasa aja Ma.” Pertanyaan itu selalu terulang ketika kami bertemu, entah seminggu sekali, dua minggu sekali, sebulan sekali atau lebih. Dan saya pun kembali menanggapinya dengan jawaban yang sama. Suatu waktu terlintas dibenak saya mengapa Mama selalu mengajukan pertanyaan yang sama. Apa yang dia harapkan dari seorang gadis kecil yang dulu ia timang yang kini sudah tumbuh dewasa dan berusia dua puluh tahun?
Dan ketika saya menemukan salah satu jawabanya, dimana ia berharap saya bisa menjadi ‘orang’ kelak dan bermanfaat untuk orang lain, ketika itu pula saya berpikir untuk menjadi seorang Teaching Assistent.
Menurut pandangan saya Teaching Assistent bukan pekerjaan yang mudah karena pada saat tersebut seorang Teaching Assistent dituntut untuk profesional dalam bekerja sama dan membagi waktu. Dan bukan pula pekerjaan yang terlalu sulit karena terbukti tidak sedikit dari mereka yang lulus tepat waktu dan dengan Indeks Prestasi Komulatif yang memuaskan. Teaching Assistent merupakan salah satu cara untuk mempelajari bagaimana berkomunikasi, terutama bagaimana cara menyampaikan ilmu agar mudah dipahami oleh orang lain, bagaimana bekerja sama dengan sebuah team, bagaimana mengelola waktu, dan bagaimana saya belajar untuk menyelesaikan semua masalah-masalah yang akan timbul.
Saya berharap ketika saya terpilih menjadi bagian dari Tim Asisten Laboratorium Komputer Manajemen akan banyak ilmu yang saya peroleh, hardskill dan softskill, yang akan bermanfaat untuk diri saya sendiri dan orang lain.
Selain sebuah pengalaman besar yang akan saya dapatkan pada proses seleksi ini, sebuah ilmu ikhlas pun akan saya peroleh.
Demikian Motivation Letter ini saya sampaikan, terima kasih.
(For information, my mother is the most incredible angel I ever know, she is the greatest inspirator for me. And I love her till no end

)


0 comments:
Post a Comment